Hello World! Kami datang!

Beberapa hari terakhir ini Alhamdulillah keluargaku kedatangan 2 anggota baru. Yup, mereka adalah bayi kembar. Bayi pertama (dan kedua) kami. Lahir pada tanggal 21 Maret 2008 setelah 8 bulan hamil (ya, mereka termasuk lahir premature) dengan berat 2.0 Kg dan 1.4 Kg. Kecil memang, tapi Alhamdulillah berat badannya sekarang udah naik berkat kegigihan orang tuanya nyekokin nyusuin bayinya.

Istri sempat kejang-kejang pas nglairin, weew… aku bengong plus khawatir pas ngeliat itu terjadi. Untung sekarang sudah sehat semua. Nah, pas udah sehat, dokternya baru bilang kalau kejadian yang dialamin istriku itu namanya eklamsi (atau boso londone eclampsia). Ternyata pas aku tanya, hal ini parah juga. Nggak ada yang lebih berat dari ini, kata dokternya. Alhamdulillah semuanya ok sekarang. Semuanya sehat, bayi dan ibunya. Tensinya udah normal.

Udah langsung aja, ini nih foto-fotonya:

lagi senyum

Ini nih mereka, masih baru, bentar lagi bakalan dapat backlinks, kalau internal linking sih udah ada 😀
Kerjaan mereka memang cukup simple: minum, tidur, nangis, dan pipis (plus beol) :mrgreen:

tidur di sleeping bag

Sleeping bagnya beda, hi hi hi.. karena itu gratisan alias kado dari yang jenguk. Gw mana kepikiran buat beli barang ginian, he he he.. Yang kepikir dikepala cuman popok, baju, bantal dan kebutuhan dasar seperti itu.

Plasenta si kembar

Kebiasaan adat di tempat kita emang ngubur ari-ari (plasenta) si bayi dan diberi penerangan dimalam hari. Juga dikurung. Kurungan dan lampu gunanya jadi semacam firewall dan untuk menghindari badware semacam virus, trojan horse, spyware, dan keylogger, dan malware. Hi hi hi…

dede tiap pagi

Ini lagi nyerap vitamin D gratisan 🙂 Sengaja fotonya dari angle ini biar nggak kena UU-ITE :-D.

popok dan gurita

Buat yang belum tau, itu gambar perlak, popok dan gurita (bukan hewan). Setiap hari kami harus nyediain formasi seperti ini puluhan kali, mungkin sekitar 40-60an kali. Tau kan gunanya buat apa…

Schedule mimik susu

Ini rekord yang dibuat berdasarkan pengalaman saudara dan teman yang punya bayi kembar juga. Jadi mereka suka bingung, “bayi yang mana ya, yang udah minum?”. Kadang sampai kejadian 1 bayi di beri ASI/susu terus sementara yang lainnya belum dikasih minum. Akhirnya kami buat “catatan waktu minum” seperti ini. Biar terkontrol dan nggak lupa. Ada ide tambahan?
Oh ya, hampir lupa, nama bayi kami itu tuh digambar 😀

udahan yaa.. daaahhh…