Plurk vs Twitter

Beberapa waktu yang lalu saya ngedaftar ke layanan microblogging Plurk dan Twitter. Apa???? Microblogging? Plurk? Twitter? Apalagi ituuu… d’oh, kayak yang kurang kerjaan aja, nambah-nambah occupied-time kita di depan internet aja
Apaan sih microblogging?, Definisinya seperti ini, menurut wikipedia:
Mikroblog adalah suatu bentuk blog yang memungkinkan penggunanya untuk menulis teks pembaharuan singkat (biasanya kurang dari 200 karakter) dan mempublikasikannya, baik untuk dilihat semua orang atau kelompok terbatas yang dipilih oleh pengguna tersebut. Pesan-pesan ini dapat dikirim melalui berbagai cara, termasuk SMS, pengirim pesan instan, surat elektronik, web, dll.
Ulangi sekali lagi mas.. nggak mudeng neeh..
Gini aja deh, kalau situ suka ngeblog, kemungkinan besar suka microblogging (tuh.. namanya aja mirip
), kalau suka YM-an, kemungkinan juga suka microblogging. Kalau menurut cyberpacific, definisinya:
plurk adalah tempat untuk curhat dgn melakukan postingan singkat berdasarkan urutan waktu/ kronologi dimana dapat dishare bersama komunitas, plurk tempat berbagi pikiran, perasaan, suka duka & lainnya kepada teman yang terlink
Itu memang definisi plurk, bukan microblogging, tapi buat saya sih mirip
Karena intinya adalah kita bisa ngeluarin menulis kegiatan kita sehari-hari dan di share ke teman-teman kita.
Terus, penting gak seeeh??
Coba liat ke google, terus cari dengan kata kunci: twitter. Apa yang keluar di urutan pertama? Tentu saja web twitter. Yang kedua? Ternyata saat postingan ini ditulis, yang keluar menempati diurutan kedua adalah halaman twitter milik Barack Obama. Waks.. Obama aja mainan twitter untuk menggalang suara buat jadi presiden amrik. Artinya nggak main-main dong..
Seperti saya tulis di awal, saya daftarnya selain ke Twitter juga ke Plurk. Ternyata setelah bermain-main dengan fitur didalamnya, saya lebih suka plurk. Karena kita bisa lihat merespond ke hasil postingan milik teman kita, dan melihatnya secara lebih terstruktur, nggak nyebar kayak di twitter.
Di Twitter kita bisa nampilin URL kita, di Plurk juga, tapi kita kudu naikin karma (poin) dulu… Dalam hal ini Plurk memang kalah (sedikit), tapi dalam hal lain, Plurk jauh lebih hebat. Dan dari pengalaman saya, baru join plurk beberapa jam aja peningkatan jumlah teman jauh lebih gede daripada kalau kita main twitter. Ini membuktikan kalau Plurk lebih diminati sama orang-orang.
Terus lagi, beberapa sumber terpercaya di Internet bilang kalau Twitter suka crash, meskipun saya nggak pernah ngalamin ini sih.. tapi jelas mengurangi kenyamanan.
Jadi, buat saya pemenangnya adalah Plurk. Oh, saya belum bilang ya kalau di Plurk ada bahasa Indonesianya…
Terus gunanya apa seeeh???
Masih tanya juga? Cobain dulu Plurk dehh.. Daftar dan add saya jadi teman yah.. asik kok. Sampai saat ini sih saya juga masih tanya-tanya gunanya plurk apaan, tapi ngikutin aja dan main-main dengan Plurk sudah cukup asik tanpa bertanya-tanya apa gunanya. Dan ini menurut saya yang sampai saat ini cukup males join ke layanan social networking macam myspace, facebook (untuk profil, bukan untuk ngiklan disana).




Trim infonya mas, saya baru denger plurk sama twitter dan obama main twitter ini baru-baru aja juga, kalau nggak salah malah ada yang jual bukunya cara menjaring visitor dari twitter, kalau dari plurk saya belum nemu ya.
Sepertinya microblogging ini semakin naik trendnya ya mas. Kalau banyak manfatnya daripada merugikannya saya dukung deh, bukan begitu mas ?
OK, kalau gitu ditunggu postingan selanjutnya ya tentang keuntungan dan kerugiannya.
Salam kenal mas Aziz